Minggu, 14 Agustus 2016

PKMku dikejar Deadline

Hai ....  kali ini saya mau berbagi mengenai pengalaman saya di akhir tahun 2013 lalu, waktu itu saya dapat tuntutan mengumpulkan tugas dari mata kuliah Metodologi Penelitian (Metopen), ya sempat mengeluh sih gara-gara di kejar deadline.

Chalengenya kita harus mengumpulkan tugas dalam bentuk proposal Penelitian Program Krativitas Mahasiswa (PKM), yang memang sebelumnya saya belum punya pengalaman bikin proposal semacam itu... deadlinenya tinggal 1 minggu lagi, wahh mepet banget... dari mikir judul, trus nentuin siapa yang bakal jadi anggota, dan sama sekali ga kepikiran bakal lolos.

Diskusi judul sama sahabat, minta pendapat sana sini kemudian menyeleksi beberapa judulnya, sekitar 2 hari akhirnya nemu juga judul yang lumayan unik... itu juga kata teman saya. Bener aja saya pilih judul itu karena terinspirasi dari salah satu sahabat saya yang menjadi anggota di tim PKM saya, dia setiap hari berkreasi dan sangat akrab dengan bulu-bulu.

Setelah dikumpulin itu proposal entah diapainlah sama pak dosen, mungkin disortir atau diapakan entah.... mungkin dibuang haha... yang saya pikirin saat itu adalah saya udah ngumpulin tugas, semoga nilainya bagus... amin.

Gak nyangka banget... ternyata Proposal saya lolos, dari Universitas sendiri hanya terpilih 54 dan bersaing seluruh Indonesia.. hehe... bener-bener ga nyangka. 3 sahabat 1 Geng saya juga lolos loh, kami cukup heran karena saya rasa yang lolos bukan mahasiswa yang terlalu rajin, mungkin ini rejeki kami, tapi kalo kata fanik sih "ga sia-sia kamu nyuruh aku pulang dari jogja, kita itu sebenernya kreatif, mungkin ini yang disebut bakat yang terpendam, saatnya dunia mengakui kita teh" fanik lebay saya cuma ngakak... hahahaha...

Tapi ya konsekuensinya kita harus mengikuti aturan sampai final, dari mulai praktek dan terjun langsung ke masyarakat, trus melakukan MONEV atau monitoring Evaluasi dengan beberapa kali MONEV. 

Nanti di sharing lagi, sayangnya kita berempat ga lolos PIMNAS, tapi gapapa alhamdulillah pengalamannya bisa kita terapkan di lain hari...

Manfaat dari Lolos PKM ini selain nilai mata kuliah saya memuasakan, dapat A yihaaaa,, hehe... kita juga jadi berani presentasi di depan banyak orang, buat yang sering gagap harus sekali-kali nyoba nih. 

Yang perlu dilakukan itu persiapan yang ekstra, niat yang kuat, dan tulus, satu lagi kerjasama tim itu sangat penting, jadi sebagai ketua harus bisa menerima kritikan dari anggotanya, jangan dikritik tapi langsung marah yaaa. hehe.....



Terimakasih Bunda Arum, Iqlima Sahara dan Ibu-ibu PKK.


Sabtu, 13 Agustus 2016

Team Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD)

Ga biasa nulis jadi pasti tulisannya acak adul, ah gapapalah belajar nulis kan ga dosa hehe..

Awal tahun 2016 saya resmi dilantik dan bergabung dengan tim KPMD desa Rawajaya, tentunya pengalaman baru buat saya, yang notabene setelah lulus memang masih suka menclok sana menclok sini (alias pengangguran wkwk)...

Untuk lebih jauhnya kita cari tahu yuk apa sih KPMD itu ?? sepenting apakah, tugasnya ngapain aja?? pasti muncul pertanyaan seperti itu.

Ok, KPMD bisa dikatakan sebagai Kader Desa yang memegang posisi strategis untuk mengawal implementasi UU Desa, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa. Dalam bahasa lain, KPMD merupakan orang yang dekat dengan masyarakat dan pemerintah desa, jadi bisa dikatakan sebagai media penghubung antara warga dan pemerintah desa. Sebagai orang terdekat tentu KPMD paham kondisi dilapangan, mereka terjun ke masyarakat langsung dan mendampingi desa secara terus menerus.

Dalam permendesa PDTT No. 3/2015 tentang Pendampingan Desa. Disebutkan, KPMD dipilih dari masyarakat setempat oleh pemerintah desa melalui Musyawarah Desa untuk ditetapkan dengan keputusan kepada Desa.

Anggota KPMD desa Rawajaya sendiri ada 5 orang kebetulan saya perempuan sendiri hehe... mas Heri yang menjadi ketua anggota, sudah 2 tahun dan menjadi senior kami, saya banyak belajar dari beliau. Tugas saya disini adalah sebagai sekretaris, nulis2, kemudian rekap data, sekaligus admin penulis di web desa Rawajaya tentunya dibantu anggota yang lain mas Hariri, Helmi, dan Inan menjadi editor dan seksi dokumentasi.

Kami pihak KPMD menginginkan agar desa kami semakin baik, dari segala aspeknya, namun yang paling penting di era digital saat ini, bagaimana caranya agar desa tidak ketinggalan teknologi (gaptek), alhamdulilah sebulan yang lalu resmi launching web desa Rawajaya, kami para admin di bantu langsung oleh para jurnalis desa atau tim relawan desa yang tergabung dalam sebuah komunitas. Kita gamau kalah juga dong sama desa-desa lain, yang membantu kami itu dari komunitas Reman DEMIT tapi bukan demit setan ya hahaha...

Reman DEMIT dibuat berawal dari juguran blogger Banyumas desa Melung... Reman Demit itu kepanjangan dari Relawan Mandiri, Demit itu Desa Melek IT. Jadi bisalah dikatakan sebagai komunitas. Mereka memiliki visi untuk membantu desa-desa di Cilacap yang mau belajar memanfaatkan teknologi tepat guna dan menjadikan desa-desa tidak gaptek lagi, biar ga ketinggalan sama desa lainnya, intinya demi kemajuan desanya... wahh mulia sekali yaa hehe..


pelatihan-website-desa

Ini sebagian dari kami..